FPI vs Ahmadiyah

Eksistensi Ahmadiyah di Indonesia ternyata mengusik keberagamaan Ummat Islam. betapa tidak??, Fatwa MUI dan sejumlah Ormas Islam lain tentang perbedaan antara Islam dengan Ahmadiyah. sesungguhya sudah menjadi jelas barang siapa yang mengakuai persaksian tidak ada Illah selain Allah SWT dan Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul Allah. Dalam beberapa dokumen yang ditemukan di Ahmadiyah, kepercayaan kepada Gulam Ahmad sebagai Nabi adalah pembeda yang jelas terhadap pengakuaan Ahmadiyah sebagai bagian dari Islam. inilah yang menjadi pemicu timbulnya permasalahan Ummat islam Indonesia terhadap keberadaan Ahmadiyah. di sisi lain kelompok pluralis dan kaum Abangan Indonesia menganggap prinsip kebebesan beragama adalah Universal da hak setiap orang dan kelompok. tampak mereka (kaum prularis dan abangan) telah lupa hakekat kalimat persaksian, syahadatain. tentunya kita masih ingat Ahmad Musadheq yang mengaku dirinya Nabi dan beragama Islam.

SKB tiga menteri adalah langkah yang telah diambil oleh pemerintahan SBY menyelesaikan masalah Ahmadiyah, tetapi pemerintah tidak kunjung juga memberlakukan SKB tiga menteri. Tampaknya nyali pemerintah menjadi sempit tanpa ada sebab yang jelas dibaca oleh Ummat Islam atau barangkali Presiden kita telah lupa dengan keIslamannya ??????? atau karena Ahmadiyahadalah bagian dari perang politik Islam dengan Barat???? atau ………….. Apapun itu telah menunjukkan lemahnya Iman kita untuk memerangi Orang atau kelompok yang merusak aqidah Islam. Oh…. pemerintahku, ohhh Islam di Indonesiaku. Wallau’alam. bukankah bodoh dan sebodoh bodonya Ummat jika melindungi orang atau kelompok yang jelas – jelas mengunakan kalimat Islam tapi tidak percaya Nabiullah Muhammad SAW. keimanan macam apakah ini ???.

Pembubaran Ahmadiyah memang gencar dihembuskan oleh Ummat Islam ( yang masih jelas Imannya) salah satunya adalah FPI. Sejak munculnya isu Ahmadiyah, FBI adalah Ormas Islam terdepan yang mendesak Pemerintah untuk membubarkan dan melarang Ahmadiyah. hal ini tentunya mendasarkan pada penjelasan UUD 45 pasal 29 tentang kebebasan beragama yang lebih lanjut diatur Peraturan Pemerintah tentang agama dan aliran kepercayaan, bukankah Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan aliran kepercayaan sebagai agama yang sah dan diakui. lantas dimana Ahmadiyah ?????. Seperti kita jelaskan diatas, betulkah Ahmadiyah Islam? jawabnya TIDAK selama Ahmadiyah masih mempercayai Nabi lain selain Muhammad SAW. mana yang benar ? mana yang salah ? tampaknya orang awampun tau.

Insiden Monas, waktu lalu adalah buntut dari kebodohan ber Islam beberapa ormas dan orang yang meminta Ahmadiyah dilegalkan. Insedin berbuntut ditangkapnya 20 orang FPI termasuk ketua FBI Habib Riziq adalah upaya pemerintah menegakkan Hukum yang terlambat. betapa tidak, pemerintah sebagai pembuat produk Hukum memberlakukan SKB tiga menteri saja tidak kunjung ditegakkan?? bukankah ini penegakan Hukum ditas Hukum yang tidak ditegakan. lucu sekali, haha haaaaaaaaa. Bahkan Insiden Monas terus memanas menjadi perseteruan FPI dengan Gus Dur (bukan NU, karena Gus Dus bukan representasi NU). massa NU yang terkenal ta’klik, menjadi pemicu meruncingnya issu pembubaran FPI. GP Ansor, Garda bangsa dan Ormas Nu lain menuntut FPI dibubarkan.

Lantas siapa yang pantas dibubarkan???? FPI atau Ahmadiyah. sebagai Ummat Islam yang waras, ahmadiyah sudah selayaknya dibubarkan. kalau FPI bukankah pemerintah mengaku menegakkan hukum, mana yang meski ditegakkan dulu, atau Justru Iman dan AQIDAH kita Ummat Islam yang perlu ditegakkan. ternya Iman kita lemah dengan hal – hal yang merusak Islam, hanya FPI yang tegak mensikapi kelemahan Iman Ummat Islam Indonesia. maju terus FPI, kekerasan adalah jalan terakhir, kesalehan prilaku mari kita tegakkan pula. kita menghargai orang non Muslim sebagai bagiku agamaku bagimu agamamu.

19 comments on “FPI vs Ahmadiyah

  1. sebenarnya masalah ini harus di selesaikan dengan kepala dingin dengan mengetahui sebenarnya bgaimana ahmadiyah itu…. apabila dia emang benar2 berpondasi pada rukun iman dan rukun islam maka kita patut manghargainya.. namun apabila mlenceng dari keduanya.. maka patut kita tindak lanjuti keberadaanya..

    • saya setuju semua meski dengan kepala jernih, dingin, tegas, dan benar menurut koridor din dan hukum negara. persoalan ahmadiyah adalah persoalan internal Islam (karena adanya penyimpangan ajaran), jadi solusi yang pertama : tanyakan pada Islam betul tidak/ menyimpang tidak? Islam tidak mengenal Nabi dan Rasul lain setelah Nabi Muhammad SAW, jika Demikian negara tidak berhak membenarkan dan menyalahkan Hukum agama. Justru Hukum Negara Mengukuhkan kebenaran Hukum agama jika itu masalah internal addin. koridor Hukum Negara jika terjadi pelanggaran Hukum negara (kerusuhan atau kekerasan).

  2. Murnarman aja gobolok, kaya suku yang PRIMITIF. Maklum munar=rame man=biang…..jadi biang ribut. Lha liat youtube nya…..sadis, semoga pelaku FPI demikian juga, semoga…..semoga. Bagaimanapun juga itu menghina ciptaan Alloh…..matilah kau FPI.

    • terkadang kita menganggap kita paling benar, bukankah saudaraku juga berbuat yang sama dengan mengatakan seperti itu, mari kita istiqfar bersama.

      • itulah mas namanya manusia yang berpikir, dulunya zaman kuno nggak ada pesawat, sekarang ada, dulunya zaman kuno nggak ada hp sekarang saya bisacara secara gaib dengan saudara saya di amerika dengan mnggunan energi, yang bersifat elektromagnetik, begitu juga agama, punya satu ketetapan yang nggak bisa diganggu gugat, ini terjadi pada ummat nabi isa AS karena merusak tatanan Alkitab, makanya mereka disepelakan apakah kita umat muhammad nggak berpikir? jadi pada intinya Dosa=kilaf paling rendah, kalau meracang dosa berarti orang tadi lebih pinter dari “Nabi dan Tuhannya” karena melewati ketetapan, aturan Hukum, Rukun, kita dzaman ini bercampur baur mulai dari ummat nabi adam sampai dengan ummat muhammad, begitu juga golongan Jin, Mulai Jin yang menghasut adam sampai menghasut umat musa ummat isa, sampai menghasut ummat muhamad tumplek blek diakhir zaman ini, jadi manusia yang benar-benar lulus dizaman ini aalah hamba, manusia yang menggunakan “AKAL DAN MATAHATI” Amerika Pinter Akalnya saja, makanya kamera yang diciptakan tidak bisa merekam JIN, sedang kita manusia adalah maklhuk yang sempurna, diberi “Jasad, akal dan matahati”, sesuatu yang gaib tidak bisa akalkan jadi harus disamakan “penyebut” dulu atau dikeluarkan eksponen X dan eksponen Y barulah ia akan ketemu yang gaib jadi pada intinya jika sesuatu “kebenaran” diihat dari 360 derajat pasti “benar”, jika itu salah pasti hanya menimbulkan perkara, fitnah hasut, hasad.inilah yang desbut dengan ayat “muthasyabihat” Ayat yang harus menafsirkan itu adaah orang yang “khusus” atau “IMAM” yang dalam hatinya tidak condong pada “kesesatan”, QS.3:7
        7. Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat[183], itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat[184]. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.
        Ada lagi di internet mengatakan bahwa Allah bersekutu dengan “JIN” dalam hal ini Allah yang menciptakan jin, mau diapakan Jin itu urusan Allah, bukan “urusanmu” kamu jalani aja urusan anda sehari-hari anda nggak becus ngurusi soal jin dan Allah, inilah kalau sudah ketemu orang yang “kurang akal” pasti menjadi penentang ayat kami, kamu mencipkatan komputer berarti komputer ini au kamu apakan adlah urusan anda, karena kamu penciptanya, tapi kamu pemakai komputer ya pasti beda dengan yang menciptakan” dan agama itu memang nggak masuk diakal makanya manusia yang berakal dan punya mata hati saja yang mampu menapaki tujuh lapis langit dan tujuh apis bumi” “atau tujuh lapis langit yang bersaf-saf” akal yang mennetukn “benar dan salah” Benar nilainya 1 salah ilai 0 jika niat anda ada maka diberi nilai satu jika dijalankan niat tadi yang NB benar + 0 menjadi 10, 1 berbading 10 Pahala, tapi masih banyak yang kalah padahal nilai pahala 10 berbanding 1, Why, mengapa? inilah namanya berpikir? dan teruslah berpikir, yang peting jangan sampai seperti “ahmad gulali” tadi. Tahu dirilah mana hamba mana Tuhan” siapa yang menyembah siapa yang disembah” karena dulu sekali bumi dan langit ini satu padu adanya kemudian kami ledakan/pisahkan (Big Bang) agar tahu “mana ciptaan mana pencipta”

  3. yang penting dan yang paling penting adalah menjaga diri sendiri,… bukannya kita tidak boleh menegur yang salah,.. tegur lah yang salah itu dengan cara yang baik dan benar bukan dengan keegoan kamu bertindak sesuka hati,.. karna kamu belum tentu sempurna,..
    sesungguhnya islam identik dengan kelembutan bukan sebalik nya,… marilah sama sama kita renungkan siapa kita? dimana? dan kemana kita akan pergi???
    juga buat penuntut ilmu agama islam yang mencari kebenaran islam yang sebenarnya, ingat 1 hal,.. kita harus senantiasa ingat pada Allah SWT di mana pun berada, jika kita ingat dengan sepenuh hati maka allah akan ingat kepada kita,.. sebut lah nama tuhan mu dengan tidak mengeraskan suara,.. sebutlah dengan suara yang lemah lembut agar bisa di resapi apa mukjizat zikir yang salah satunya mendapatkan ketenangan hati,… sesungguh nya peperangan islam selanjutnya setelah perang badar ya itu?? memerangi hawa nafsu,…semoga Allah senantiasa memberi rahmat dan hidayah nya kepada kita semua agar selamat di dunia dan di akhirat,.. amin ya robbal a’lamin,…

    • Memang dari ayat nya saja bahwa “Islam is the best” tapi bukan seperti urusan ahmadiyah kalau agama lain islam Happy very very happy aja, tapi ini mencoreng dan memporakporansakan Aqidah, Tatanan, Rukun Islam Hukum Islam bahkan mengkafirkan Islam yang lainnya, dengan kalimatnya yaitu Taqwil, fitnah hasut hasad, jadi bagaimana anda mengaku seorang muslin yang seti seangkn tiang rumahmu dibrodoli maling atau perompak? Allah menyatakan daam Alquran Tegakan Agama Allah yaitu sesuatu yang sudah mempunyai dan manjadi ketetapan ISLAM, bukan ngawur dan ngawur, dan anehnya agama lain juga ikut-ikutan menasehati padahal menasehat (menetapkan, Hakekat,ketetapan) diri sendiri aja nggak bisa maaf “Kita semua sama” cuma yang bikin beda adalah “Iman dan Taqwa” tanpa meninggalkan dan lari ddari satu ketetapan bahwa “La Ilahailallah muhammad darasulullah” tidak ada Tuhan lain yang pantas dan wajib disembah kecuali Allah semata dan Dia (Muhammad) itu Utusan Allah” untuk yang terakhir sampai akhira zaman “Qiyamat” besok 2013 bakal mulai kacu balaunya dunia dan tatanan alam semesta ini.

    • memang Mat tapi kata “rahman dan rahiem” yang dipikulkan kepada Nabi Muhammad khsusnya dan diteruskan dengan Al-quran berjalan yaitu pada Ummatnya, yaitu “kebenaran” manusia tidak akan tahu benar, kalau tidak ada cermin yang salah” namun setelah diuji coba dan dimasukan pada hukum yang tetap (Konstanta) dengan berbagai macam Perhitungan dikali, dikurang ditambah, dibahagi ditambah dan dibahagi, dikurang dan dibahagi dengan nilai heksadsimal wes poknya mumet or pusing namun semua aturan itu atau hukum itu terangkum dalam kitab-kitab yang telah diturunkan, terlebihdalam Alquran, karena dari nabi Adam sampai pada nabi Muhammad yang diajarkan dan diperintahkan adalah “kebenaran” bukan “kesalahan” kalau kesalahan itu berari “Larangan” kebenaran itu adalah “Perintah”, dengan satu ketetapan bukan dua ketetapan, tiga ketetapan bahkan 73 ketetapan, karena kebenaran itu pasti hanya satu, kalau masih ada yang benar berarti perlu diuji klasik lagi, yang repot kalau ketemu orang yang kurang akal karena nafsunya (Syehtonya) “sudah salah ngotot lagi” nggak usah jadi nabi mas gulam jadi manusia Ihsan aja sudah Syukur Alhamdulilah dan itupun kalau “iya kana budu wa iya kanastain” karena kita manusia ini bermain di “dua alam” Lahir (Zohir) bathin (Hati,Kalbu). kalau dijozir nyata yang dihati siapa yang tahu, kalau ahmad gulali ingin menyesatkan sebagiam Teman, sahabat kita?

  4. Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Saudara muslimku penulis, Perbedaan antara umat muslim lain dgn Muslim ahmadiyah sesungguhnya terletak pada perbedaan penafsiran Al-Qur’an, itu pun kalau kita telusuri lebih jauh hanya penafsiran pada 1 ayat saja (Surat Al-Ahzab ayat 40) mengenai Khataman Nabiyyin. Bukan Ahmadiyah saja yg mengakui Ada lagi Nabi setelah Yang Mulia Rasulullah SAW. bahkan ulama2 Salaf yg saleh zaman dahulu mengakui Ada Nabi setelah Rasulullah SAW.
    Mengenai Kalimat Islam “Asyhadu anla illahailallah wa’ashadu anna Muhammadarasulullah, Sedikit pun Ahmadiyah tidak pernah merubah bahkan (Na’udzubillah) tidak percaya akan kesucian Kalimat2 tsb. Ahmadiyah selalu memakai kalimat2 tsb pada Ba’at seseorang yg ingin masuk ke Jema’atnya, Dalam Adzan, Iqamat, Takhiyat awal & akhir, awal Khutbah Jum’at, Acara2 Anggotanya. Adalah fitnah yg sangat keji jika Penulis menyatakan Ahmadiyah merubah kalimat Suci Islam bahkan tidak percaya terhadap Muhammad SAW. Jika memang benar Ahmadiyah tidak memakai Kalimat suci Islam apa buktinya? sebaiknya anda mempelajari dulu siapa Ahmadiyah melalui buku2nya, Al-qur’an dan Hadist2 yg dipakai keluaran Ahmadiyah! justru yg harus di pertanyakan adalah keislaman FPI dan Ormas2 lainya, mereka di mulut mengatakan Pengikut Nabi Muhammad SAW, dalam sejarah manapun tidak ditemukan Yg Mulia Rasulullah SAW.dan Para Sahabat mulianya menyakiti, menindas, membakar ayat2 Al-Qur’an Seseorang yg mengaku Muslim dan mengucapkan Kalimat2 Suci Islam. Apakah anda tidak malu & Sedih melihat gunjingan2 Umat beragama lain yg mengatakan “Kok Islam begitu Yach?”. Coba anda pikirkan dgn logika yg waras “meneriakkan Allahuakbar tetapi sambil memukuli orang2” mirip orang Sress. Allah Ta’ala tidak perlu diteriaki sambil memukuli apasaja.
    Mengenai Ahmadiyah merusak Aqidah Islam, anda bisa buktikan? di seluruh negara yg ada di Bumi ini Ahmadiyah mengedarkan Al-qur’an, memperkenalkan wajah Muhammad SAW dengan se-benarnya dgn santun dan arif, menyebarkan Kalimat2 Suci Islam. apa itu merusak aqidah Islam?

    • sekarang mengapa kau menjadi Penganut gulam sinting itu ? maaf jadiah penganut rasulullah Muhammad, ahmad gulam saja belajar dari “islam” dia melakukan sholat baru mendapat hidayah, mas kalau mau tahu Indonesia ini masih lebih baik dan lebih bagus dari negara manapun dibelahan dunia ini, baik segi akhlak, tatakrama, tabiat, kelakuan, mengapa ? orang amerika masih bulum bisa memastikan bahwa Orang jawa/indonesia itu keturunan dari siapa? mengapa islam berkembang pesat di Indoesia dari 14 abad yang laluhingga kini? jelas ada sebab musababnya karena sesuatu tidak akan mugkin terjadi dengan begitu saja, sama seperti aksi=reaksi, dan mengapa isam tidak berkembang di india koq tidak di india? dan kembali lagi kesejarah katanya india mbahnya hindu namun mengapa pra peradaban dan peninggalan peradaban seperti candi koq di indonesia lebih banyak ? apakah ini “The lost history” keajaiban dunia melalui peninggalan sejarh banyak diindonesia dan indonesia sesungguhnya bukan beragam hindu tapi beragama “eling” atau mengingat makanya indonesia/jawa punya tulisan sendiri yaitu ho no co ro ko do to so wo lo po do jo yo nya,dan hampir mirip dengan bahasa Arom, atau bahas ibrani Ha na=nun, ra, Waw, ….dst bukan lebih mirip bahasa Hindi, dari tata bahasa saja mestinya kita bisa menilai dan mengambil kesimpulan dari mana sebenarnya keturunan Orang Indonesia di jaman “Majapahit” atau sebelumnya, setelah kembalinya nenek “moyangnya” Ke Indonesia dan meluruskan Sedulurnya yang ada “dijawa” Makanya islam diindonesia berkembang dengan pesat demikian “Para nabi itu stu keturunan dengan keturunan yang lain”, bukan dari golongan “JIN” tapi yang menjadi imam kepada Golongan Manusia adalah Manusia,jadi “sesungguhnya yang demikian ini tidak bisa diambil dan dijadikan pelajaran bagi orang yang nggak pernah berpikir” dan diakhir zaman banyak manusia yang keblinger dan kebingunangan, karena banyak orang yang pinter “filsafat” dan “berfilsafat” dan akhirnya yang lepas dari ketetapan “ALLAH” dan mereka pergi kepada ahlinya dengan berlagak “Sombong” seakan-akan lebih pinter dari “Nabi dan Tuhannya” dan ingat sudah berpa banya umat terdahuu yang kami binasakan karena terjadi hal seperti ini? tidak kita memperhatikan? tidakah kita berpikir? sampai-sampai satu nabi Dikabharkan digantung dikayu salib karena ketidakpahaman dan ketidakmengertian mereka pada zaman itu. nabi Musa dikejar dan harus da wajib membelah Laut merah karena dikejar oleh Penentang ayat-ayat kami, dan ingat mereka itu Penetang ayat-ayat kami itu sampai kini masih ada dan mereka itulah ayng senang embat hasut, hasad, fitnah, den sesungguhnya mereka itu yang membelakangi “kebenaran”, seperti si “ahmad gulali” eh sory mat “ahmad gulam”

  5. busyet dengan pernyataan kalian..Munafik semua..
    emank benar,klo banyak orang yang menyatakan bahwa FPI lah yang sebenarnya ajaran sesat..pikirannya jahat,,busuk,kotor dan juga otaknya cabul terooss….
    Tobat lo teman..

    • lu goblok sih,..jgn ngaku islam tolol,..klo lu dukung ahmadiyah,..syahadat harus ditegakkan,..lu gak pernah solat atau ngaji maknya gktau ahmadiyah sesat,..

      • matur nuwun mas wejanganipun, menawi maos ingkang leres mas, ampun dadhos priyayi ngakune pinter???. jenengan ngendikan kaleh sisten (ingkang gamblang riyen) nembe komentar

  6. FPI pantas dibubarkan karena sering membuat onar…

    Ahmadiyah tidak pernah buat onar…

    Pepatah lama mengatakan:
    Tidak ada masalah apabila Anda percaya dengan batu. Adalah masalah apabila Anda memaksa saya untuk percaya juga kepada batu apalagi sampai melemparkan batu itu ke saya!

  7. Saudara Iqbal, dalam hal aqidah memah harus jelas. Mohon ma’af . Orang yang Mengaku Islam tetapi tidak percaya kalimat Persaksian artinya murtad. Ahmadiyah memang jelas bukan bagian dari Islam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s