Masyarakat Reaktif

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan dilakukan pada akhir Mei ini. Besaran kenaikannya berkisar 25 persen sampai 30 persen. “Ini karena persiapan administrasi bantuan langsung tunai (BLT) yang membutuhkan waktu sekurang-kurangnya 20 hari,” kata Kalla kepada wartawan seusai mengunjungi sesi latihan dan persiapan Tim Uber Indonesia di Aula Gedung Asia Afrika Senayan Jakarta Sabtu 10 Mei.(tempo interaktif)

Keniakan harga BBM disikapi beragam oleh masyarakat, tetapi sebagian besar masyarakat awam tidak sepakat dengan kenaikan harga BBM. Reaksi masyarakat Indoensia dalam mensikapi setiap kenaikan harga BBM dari sejak presiden Gus Dur sampai SBY bisa dikatakan reaktif. Harga BBM belum dinaikan, tetapi harga kebutuhan masyarakat sudah mengalami kenaikan duluan???, BBM menjadi barang langka, masyarakat seolah hendak kehabisan BBM hari itu. dampaknya antrian BBM di SPBU – SPBU menjadi berkilo – kilo meter.

jika dipikirkan secara rasional dan hati dingin, berapa sich kebutuhan BBM masyarakat awam (bukan industri) setiap hari, sehingga mereka harus mengantri sedemikian rupa seoalah -olah BBM akan habis haris itu atau naik hari itu. reaksi masyarakat yang berlebiah dan cenderung reaktif memberi dampk negatif pada masyarakat itu sendiri. lihatlah dengan antrian di SPBU – SPBU, transportasi umum terganggu, transportasi industri pengangkut bebutuhan terganggu dan masih banyak hal yang terhambat. dampaknya bisa dilihat, harga pangan naik karena pasokan pangan terganggu, harga kebutuhan – kebutuhan bahan pokok ikut terganggu dan naik. apakah sama andai kita mensikapi setiap masalah dengan kepala dingin dan rasional????? penyelesaian masalah bukan terletak pada masalahnya, tetapi bagaiamana cara mensikapi masalah tersebut.

apakah kita akan menjadi masyarakat reaktif setiap mensikapi permasalahan, tidak hanya BBM, maslah lain jika disikapi dengan reaktif akibatnya kan merugikan kita sendiri. apakah kita tidak menjadi rugi 2 kali, permasalah tetap bergulir dan dampak permasalahn kita yang tanggung.

ayo masyarakat indoensia, kita pasti bisa mensikapi setiap masalah dengan rasional, objektif dan hati dan mulut tersenyum. ingat kata Allah dalam surat Al Baqorah : Laayukallifullahu nafsan illa wus’aha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s