UN dan konsep Belajar Tuntas

Beberapa waktu yang lalu ketika saya sedang berada di HIK dekar rumah, terlontar ucapan seorang bapak “sekolah sue – sue kok ditentokke telung dina, piye to karepe pemerintah (sekolah lama – lama kok hanya ditentukan tiga hari, bagaimana maunya pemerintah). ungkapan itu sudah sejak lama saya dengan ketika Ujian Nasional digulirkan pemerintah pertama kali.  Ujian Nasional masih menjadi perdebatan sebagian kalangan, baik praktisi dan politisi di DPR. banyak alasan bagi yang menentang Pelaksanaan UN dan banyak alasan pula yang di ungkap oleh pihak pemerintah-Depdiknas. Ujian nasional pada prinsipnya adalah salah satu bentuk evaluasi pembelajaran (pencapaian Kompetensi dasar) siswa pada tiap jenjang pendidikan.
Sistem Pendidikan kita menganut Masery Learning atau belajar Tuntas.
pada mastery learning digunakan penilaian acuan patokan (criterion referenced) pada setiap kompetensi dasar dan tidak ditetapkan berdasarkan norma (norm referenced). Dalam hal ini batas ketuntasan belajar harus ditetapkan oleh guru, misalnya apakah siswa harus mencapai nilai 75, 65, 55, atau sampai nilai berapa seseorang siswa dinyatakatan mencapai ketuntasan dalam belajar, dengan asumsi :
 

  1. bahwa semua orang bisa belajar apa saja, hanya waktu yang diperlukan berbeda,
  2. tandar harus ditetapkan terlebih dahulu, dan hasil evaluasi tersebut adalah lulus dan tidak lulus. (Gentile & Lalley: 2003)

Sedangkan sistem evaluasinya menggunakan ujian berkelanjutan, yang ciri cirinya adalah:

  1. Ujian dengan sistem blok (kesatuan KD)
  2. Tiap blok terdiri dari satu atau lebih Kompetensi Dasar (KD)
  3.  Hasil ujian dianalisis dan ditindaklanjuti melalui program remedial, program pengayaan, dan program percepatan.
  4. Ujian mencakup aspek kognitif dan psikomotor
  5. Aspek afektif diukur melalui kegiatan inventori afektif seperti: pengamatan, kuesioner, dsb.

 Sistem penilaian mencakup: jenis tagihan serta bentuk instrumen / soal. Dalam pembelajaran tuntas tes-tes diusahakan disusun dalam sub-sub KD sebagai alat diagnosis terhadap program pembelajaran. Dengan menggunakan tes-tes diagnostik yang dirancang secara baik, siswa dimungkinkan dapat menilai sendiri hasil tes-nya, termasuk mengenali di mana ia mengalami kesulitan dengan segera. Sedangkan penentuan batas pencapaian ketuntasan belajar, meskipun umumnya disepakati pada skor/nilai 75 (75-persen) namun batas ketuntasan yang paling realistik atau paling sesuai adalah ditetapkan oleh sekolah atau daerah, sehingga memungkinkan adanya perbedaan dalam penentuan batas ketuntasan untuk setiap KD maupun pada setiap sekolah maupun daerah.

bagaimana dengan acuan evaluasi yang dianut oleh pemerintah??? apakah ujian Nasional menjadi bagian integral dari konsep belajar tuntas? dimana Ujian Nasional menjadi standart akhir peserta didik tuntas – tidak tuntas? atau lulus – tidak lulus?????. banyak kontrakdiksi kosnep dan kontroversi pelaksanaan UN bahkan ekses dari UN, tetapi banyak pula yang memetik hikmah dengan adanya UN. Ujian Nasional bukan menjadi soal bagi kita yang merasa telah menjalankan belajar tuntas. Ujian nasional hanya standarisasi Nasional dalam elihat sejauhmana belajar tuntas dilaksanakan dengan sungguh – sungguh dan benar sesuai pedoman. jika peserta didik merasa sudah tuntas dalam belajarnya, maka untuk menghadapi Ujian Nasional tidak perlu risau karena ujian nasoinal hanya mengujikan standar ketuntasan minimal yang ada pada kompetensi dasar setiap mata pelajaran.  so….kenapa mesti repot. jika masih repor berarti konsep belajar tuntas belum kita laksankan secara benar.

nah bagaimana dengan anda para bapak-ibu pendidik dan anak anak peserta didik?????

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s