Besaran Satuan

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan atau menyebut besaran untuk menyatakan sesuatu, misalnya saat memacu kendaraan bermotor kita dapat mengatakan “Saya tadi melaju dengan kecepatan 70 km/Jam”, atau para petani selesai memanen padinya mereka menghitung hasil panenannya (massa gabah) dengan  menggunakan istilah 20 sak, 20 karung atau 50 pikul dan lain –lain sebutannya. Kecepatan, massa disebut dengan besaran, sedangkan Km/Jam, pikul atau karung menunjukkan ukuran atau satuan.
Besaran Pokok

Pada konferensi umum mengenai berat dan ukuran ke 14 tahun 1971, berdasarkan hasil pertemuan panitia internasional menentapkan tujuh besaran  sebagai dasar dan menjadi sistem satuan Internasional yang disingkat SI. Kata -kata SI berasal dari bahasa perancis “Le Sisteme International d’unites. Ketujuh besaran dasar tadi kemudian kita kenal dengan besaran pokok, yaitu sebagai berikut :

Besaran

Satuan

Simbol Satuan

PanjangMassaWaktu

Intensitas  Cahaya

Suhu

Kuat arus listrik

Jumlah zat

MeterKilogramSekon

Candela

Kelvin

Ampere

Mol

m

kg

s

cd

K

A

Mol

Sistem Satuan

Satuan suatu besaran dapat dinyatakan dalam berbagai sistem satuan diantaranya Sistem Internasional, sistem MKS (meter kilogram sekon), Sistem CGS (centimeter gram sekon) bahkan juga ada British Sistem atau Sistem Inggris. Sistem yang berlaku ada yang bersifat umum dan lokal. Dalam Fisika sistem MKS dan CGS adalah sistem satuan yang bersifat umum, sedangkan sistem yang berlaku secara internasional  yaitu Sistem  (satuan) Internasional (SSI). British Sistem atau Sistem Inggris adalah sistem satuan yang berlaku lokal hanya untuk beberapa negara seperti Inggris dan Amerika Serikat. Sistem Internasional (SI) adalah sistem satuan yang terstandar secara Internasional, berikut standar Internasional satuan 3 besaran pokok yang utama :

1)    Standar Satuan Panjang

Pada awalnya standar panjang 1 meter atau yang kita kenal meter standar adalah jarak antara dua goresan pada batang  Platinum-Iridium pada suhu 00 C. Pada tahun 1960 Konferensi Umum mengenai berat danukuran mendefinisikan  ulang satu meter standar sebagai jarak panjang 1.650.763.73 kali panjangg gelombang cahaya merah jingga yang dihasilkan oleh gas Krypton. Terakhir pada tahun 1983   definisi meter standar disempurnakan sebagai jarak yang ditempuh cahaya  dalam ruang hampa selamasekon.

2)    Standar SatuanMassa

Kilogram standar dinyatakan sebagai massasebuah selinder Platinum-Iridium yang disimpan di sevres dekat kotaParis. Pada tahun 1887 Kilogram Standar diperbaiki menjadi   satu Kilogram Standar adalah massa satu liter  (1000 cm3) air murni pada suhu 40 C dan ini berlaku sampai sekarang walaupun ada sedikit penyimpangan ternyata satu Kilogram  yang tepat sebanding  dengan 1000,028 cm3.

3)    Standar Satuan Waktu

Besaran waktu dinyatakan dalam satuan sekon atau detik. Standar waktu didefinisikan  1 sekon sama dengan  hari rata-rata matahari, kemudian diubah menjadi 1 sekon didefinisikan  sama  dengan  tahun tropik 1900.  Pada tahun 1967, definisi 1 sekon disempurnakn menjadi selang waktu yang dibutuhkan oleh atom Sesium-133 untuk bergetar sebanyak 9.192.631,770 kali.

Besaran Turunan

Besaran turunan adalah besaran yang dihasilkan dari penurunan besaran pokok. Selain besaran, satuan juga dibedakan menjadi 2 yaitu satuan pokok dan satuan turunan. Satuan turunan adalah satuan campuran dari beberapa satuan pokok.

Contoh :

Luas adalah besaran turunan karena luas dihasilkan dari perkalian besaran panjang. A  = p x l, dimana panjang dan lebar adalah besaran pokok, maka luas disebut besaran turunan. Panjang dan lebar memiliki satuan meter (m), jika     A = p x l = m x m =m2 maka m2 adalah satuan turunan.

Beberapa contoh lain dari besaran turunan adalah Volume, Kecepatan, Percepatan, gaya, Daya dan lain-lain.

Tips”Semua besaran selain besaran pokok adalah besaran turunan”

Konversi satuan

Sistem satuan Internasional sering disebut sistem metrik. Oleh karena itu satuan internasional dapat diubah-ubah dari satuan satu ke satuan yang lain, hal  ini dikenal dengan istilah Konversi Satuan. Konversi satuan mutlak diperlukan dalam penulisan – penulisann hasil pengukuran yang sangat besar atau sangat kecil. Satu contoh sederhana, apabila kita akan menyatakan atau menuliskan 0,000001 m maka akan lebih mudah jika menuliskannya menjadi 1 mm karena dengan mengkonversikan  1 m = 106 mm.   Selain konversi satuan  penulisan bilangan awalan bisa dilakuakan notasi ilmiah. Notasi ilmiah adalah cara penulisan bilangan yang sangat besar atau kecil dengan menggunakan faaktor pengali atau awalan. Hal ini pernah disampaikan pada konferensi umum tentang berat dan ukuran ke 14  tahun 1971. berikut ini adalah faaktor pengali atau awalan pada penulisan ilmiah  :

Tabel Faktor pengali atau awalan dalam SI

Faktor

Awalan Simbol Faktor Awalan Simbol
101

102

103

106

109

1012

1015

1018

Deka
Hekto
Kilo
Mega
Giga
Tera
Peta
Eksa
da
h
K
M
G
T
P
E
10-1

10-2

10-3

10-6

10-9

10-12

10-15

10-18

Desi
Senti
Milli
Mikro
Nano
Piko
Femto
Atto
D
c
m
m
n
p
f
a

Contoh 1

Sebuah benda beratnya 200 g cms-2 , konversikan berat benda tersebut ke dalam satuan kgms-2.

1 gram    = 10-3 kg

1 cm       = 10-2 m

dengan demikian 200 gcms-2 = 200.10-3kg. 10-2 ms-2 = 2. 10-3  kgms-2.

Contoh 2

Jari-jari sebuah atom sebesar 7,239876 .10-11 m,  nyatakan massa electron kedalam satuan micrometer, femtometer.

Jika 1mm = 10-6m berarti        maka

Contoh 3

tuliskan  bilangan berikut dengan notasi ilmiah

  1. 12369,75 cm3
  2. 0,0000003628  m
  3. 1/25. 10-10 detik

Jawab :

  1. 12369,75 cm3 = 1,236975 .104 cm3
  2. 0,0000003628  m  = 3,628 . 10-7 m
  3. 1/25. 10-10 jam = 4. 108 jam

ANGKA PENTING

Semua angka atau nilai dari hasil pengukuran adalah angka penting, baik itu angk ayang pasti amaupun angka taksiran.  Pada setiap pengukuran selalu diikuti dengan angka ketidakpastian. Ketidakpastian ini ditentukan oleh skala alat ukur yang kita gunakan. Mata manusia secara fisik mempunyai keterbatasan dalam membaca ukuran skala yang  kurang dari 1mm. Mata kita tidak dapat memastikan nilai yang lebih kecil dari nilai terkecil ini  dengan pasti  dan desimal berikutnya biasannya adalah berupa taksiran saja. Pada pengukuran panjang  benda yan sama kita mendapatkan hasil yang berbeda, ada yang menyatakan  hasilnya 5,6  , 5,8 dan 5,7 misalkan. Angkalima didepan dikatakan sebagai angka pasti dalam pengukuran sedangkan angka desimal berikunya adalah seperti 6, 8, 7  adalah angka-angka taksiran atau ragu-ragu. Untuk menyatakan dan menuliskan angka penting ada beberapa  aturanyang berlaku diantaranya adalah

  1. Semua angka bukan nol adalah angka penting

Contoh :

  • 12234         memiliki 5 angka penting
  • 12,25         memiliki 4 angka penting

Angka nol yang  terletak diantara angka bukan nol adalah angka penting.

Contoh :

  1. 105,06       memiliki 5 angka penting
  2.  2005        memiliki 4 angka penting

angka nol yang terletak dibelakang angka bukan nol bukan angka penting kecuali jika diberi tanda.

Contoh :

  • 2500 memiliki 2 angka penting
  •  25000       memiliki 4 angka penting

angak nol yang terletak didepan angka bukan nol dalam desimal bukan merupakan angka penting.

Contoh :

  • 0,00023      memiliki 2 angka penting
  • 0,0210        memiliki 3 angka penting

angka nol dibelakang angka  bukan nol dalam desimal merupakan angka penting.

Contoh  :

  • 0,050         memiliki 2 angka penting
  • 1,350         memiliki 4 angka penting

Operasi Angka Penting

selain aturan penulisan angka penting, terdapat juga aturan-aturan dalam penulisan hasil operasi matematis. Adapaun aturan itu adalah sebagai berikut :

Penjumlahan dan Pengurangan

Dalam operasi penjumlahan dan pengurangan, hasil operasi angka penting hanya boleh mengandung satu angka taksiran atau diragukan. Angka taksiran dalam angka penting biasanya diberi tanda garis bawah.

Contoh 1

Dengan aturan angka penting hitunglah hasil operasi penjumlahan bilangan  dibawah ini :

123,56                            126,856

7,5                                   2,5

______   +                    _______  _

jawab :

 Perkalian dan Pembagian

Dalam penulisan angka penting hasil perkalian atau pembagian jumlah angka pentingnya sama dengan jumlah angka penting paling sedikit  dari bilangan-bilangan yang dioperasikan.

Contoh 1.2

Berapakah hasil perhitungan bilangan dibawahini dengan menggunakan aturan angka penting

a.  1,25    x   2,5

b.  78,55   x  12,5

Jawab :

a.  1,25  (3 AP)  x   2,5 (2 AP)   = 3,125   hasilnya dituliskan menjadi    3,1 (2 AP)

b.  78,55 (4AP)  x  12,5 (3AP)  = 981,875         hasilnya dituliskan menjadi   982 (3 AP)

 

  1. Angka Eksak

Selain angka taksiran ada juga yang disebut bilangan eksak adalah bilangan yang pasti tidak mengandung angka taksiran dan tidak memiliki satuan yang biasanya diperoleh dari hasil membilang contoh jika kita menghitung jumlah buku adalah 55 buah, maka 55 disebut angka eksak. Hasil operasi angka penting dengan angka eksak  merupakan angka penting yang jumlah angka pentingnya sama dengan jumlah angka penting bilangan semula.

Contoh 1.3

Harga sebuah buku pelajaran Fisika adalah Rp. 25555,55 berapa uanga harus di  bayarkan ali untuk membeli 25 buku pelajaran Fisika ?

25555,55 x 25  = 638888,75  maka penulisan hasilnya adalah    638888,8

7 AP      2  AP                                                              7 AP

8 comments on “Besaran Satuan

  1. di materi awalan tolong dibenarkan yang giga,,itu sharusnya pangkat 9, bukan 12,, dan sterusnya,, tkutny bnyakyg terkkecoh dlam membacanya,, terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s