Besaran Pokok
Pada konferensi umum mengenai berat dan ukuran ke 14 tahun 1971, berdasarkan hasil pertemuan panitia internasional menentapkan tujuh besaran sebagai dasar dan menjadi sistem satuan Internasional yang disingkat SI. Kata -kata SI berasal dari bahasa perancis “Le Sisteme International d’unites. Ketujuh besaran dasar tadi kemudian kita kenal dengan besaran pokok, yaitu sebagai berikut :
|
Besaran |
Satuan |
Simbol Satuan |
| Panjang
Massa Waktu Intensitas Cahaya Suhu Kuat arus listrik Jumlah zat |
Meter
Kilogram Sekon Candela Kelvin Ampere Mol |
m kg s cd K A Mol |
Sistem Satuan
Satuan suatu besaran dapat dinyatakan dalam berbagai sistem satuan diantaranya Sistem Internasional, sistem MKS (meter kilogram sekon), Sistem CGS (centimeter gram sekon) bahkan juga ada British Sistem atau Sistem Inggris. Sistem yang berlaku ada yang bersifat umum dan lokal. Dalam Fisika sistem MKS dan CGS adalah sistem satuan yang bersifat umum, sedangkan sistem yang berlaku secara internasional yaitu Sistem (satuan) Internasional (SSI). British Sistem atau Sistem Inggris adalah sistem satuan yang berlaku lokal hanya untuk beberapa negara seperti Inggris dan Amerika Serikat. Sistem Internasional (SI) adalah sistem satuan yang terstandar secara Internasional, berikut standar Internasional satuan 3 besaran pokok yang utama :
1) Standar Satuan Panjang
Pada awalnya standar panjang 1 meter atau yang kita kenal meter standar adalah jarak antara dua goresan pada batang Platinum-Iridium pada suhu 00 C. Pada tahun 1960 Konferensi Umum mengenai berat danukuran mendefinisikan ulang satu meter standar sebagai jarak panjang 1.650.763.73 kali panjangg gelombang cahaya merah jingga yang dihasilkan oleh gas Krypton. Terakhir pada tahun 1983 definisi meter standar disempurnakan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa selamasekon.
2) Standar SatuanMassa
Kilogram standar dinyatakan sebagai massasebuah selinder Platinum-Iridium yang disimpan di sevres dekat kotaParis. Pada tahun 1887 Kilogram Standar diperbaiki menjadi satu Kilogram Standar adalah massa satu liter (1000 cm3) air murni pada suhu 40 C dan ini berlaku sampai sekarang walaupun ada sedikit penyimpangan ternyata satu Kilogram yang tepat sebanding dengan 1000,028 cm3.
3) Standar Satuan Waktu
Besaran waktu dinyatakan dalam satuan sekon atau detik. Standar waktu didefinisikan 1 sekon sama dengan hari rata-rata matahari, kemudian diubah menjadi 1 sekon didefinisikan sama dengan tahun tropik 1900. Pada tahun 1967, definisi 1 sekon disempurnakn menjadi selang waktu yang dibutuhkan oleh atom Sesium-133 untuk bergetar sebanyak 9.192.631,770 kali.
Besaran Turunan
Besaran turunan adalah besaran yang dihasilkan dari penurunan besaran pokok. Selain besaran, satuan juga dibedakan menjadi 2 yaitu satuan pokok dan satuan turunan. Satuan turunan adalah satuan campuran dari beberapa satuan pokok.
Contoh :
Luas adalah besaran turunan karena luas dihasilkan dari perkalian besaran panjang. A = p x l, dimana panjang dan lebar adalah besaran pokok, maka luas disebut besaran turunan. Panjang dan lebar memiliki satuan meter (m), jika A = p x l = m x m =m2 maka m2 adalah satuan turunan.
Beberapa contoh lain dari besaran turunan adalah Volume, Kecepatan, Percepatan, gaya, Daya dan lain-lain.
Tips”Semua besaran selain besaran pokok adalah besaran turunan”
Konversi satuan
Sistem satuan Internasional sering disebut sistem metrik. Oleh karena itu satuan internasional dapat diubah-ubah dari satuan satu ke satuan yang lain, hal ini dikenal dengan istilah Konversi Satuan. Konversi satuan mutlak diperlukan dalam penulisan – penulisann hasil pengukuran yang sangat besar atau sangat kecil. Satu contoh sederhana, apabila kita akan menyatakan atau menuliskan 0,000001 m maka akan lebih mudah jika menuliskannya menjadi 1 mm karena dengan mengkonversikan 1 m = 106 mm. Selain konversi satuan penulisan bilangan awalan bisa dilakuakan notasi ilmiah. Notasi ilmiah adalah cara penulisan bilangan yang sangat besar atau kecil dengan menggunakan faaktor pengali atau awalan. Hal ini pernah disampaikan pada konferensi umum tentang berat dan ukuran ke 14 tahun 1971. berikut ini adalah faaktor pengali atau awalan pada penulisan ilmiah :
Tabel Faktor pengali atau awalan dalam SI
|
Faktor |
Awalan | Simbol | Faktor | Awalan | Simbol |
| 101
102 103 106 109 1012 1015 1018 |
Deka
Hekto Kilo Mega
Giga Tera Peta Eksa |
da
h K M
G T P E |
10-1
10-2 10-3 10-6 10-9 10-12 10-15 10-18 |
Desi
Senti Milli Mikro Nano Piko Femto Atto |
D c m m n p f a |
Contoh 1
Sebuah benda beratnya 200 g cms-2 , konversikan berat benda tersebut ke dalam satuan kgms-2.
1 gram = 10-3 kg
1 cm = 10-2 m
dengan demikian 200 gcms-2 = 200.10-3kg. 10-2 ms-2 = 2. 10-3 kgms-2.
Contoh 2
Jari-jari sebuah atom sebesar 7,239876 .10-11 m, nyatakan massa electron kedalam satuan micrometer, femtometer.
Contoh 3
tuliskan bilangan berikut dengan notasi ilmiah
- 12369,75 cm3
- 0,0000003628 m
- 1/25. 10-10 detik
Jawab :
- 12369,75 cm3 = 1,236975 .104 cm3
- 0,0000003628 m = 3,628 . 10-7 m
- 1/25. 10-10 jam = 4. 108 jam
ANGKA PENTING
Semua angka atau nilai dari hasil pengukuran adalah angka penting, baik itu angk ayang pasti amaupun angka taksiran. Pada setiap pengukuran selalu diikuti dengan angka ketidakpastian. Ketidakpastian ini ditentukan oleh skala alat ukur yang kita gunakan. Mata manusia secara fisik mempunyai keterbatasan dalam membaca ukuran skala yang kurang dari 1mm. Mata kita tidak dapat memastikan nilai yang lebih kecil dari nilai terkecil ini dengan pasti dan desimal berikutnya biasannya adalah berupa taksiran saja. Pada pengukuran panjang benda yan sama kita mendapatkan hasil yang berbeda, ada yang menyatakan hasilnya 5,6 , 5,8 dan 5,7 misalkan. Angkalima didepan dikatakan sebagai angka pasti dalam pengukuran sedangkan angka desimal berikunya adalah seperti 6, 8, 7 adalah angka-angka taksiran atau ragu-ragu. Untuk menyatakan dan menuliskan angka penting ada beberapa aturanyang berlaku diantaranya adalah
- Semua angka bukan nol adalah angka penting
Contoh :
- 12234 memiliki 5 angka penting
- 12,25 memiliki 4 angka penting
Angka nol yang terletak diantara angka bukan nol adalah angka penting.
Contoh :
- 105,06 memiliki 5 angka penting
- 2005 memiliki 4 angka penting
angka nol yang terletak dibelakang angka bukan nol bukan angka penting kecuali jika diberi tanda.
Contoh :
- 2500 memiliki 2 angka penting
- 25000 memiliki 4 angka penting
angak nol yang terletak didepan angka bukan nol dalam desimal bukan merupakan angka penting.
Contoh :
- 0,00023 memiliki 2 angka penting
- 0,0210 memiliki 3 angka penting
angka nol dibelakang angka bukan nol dalam desimal merupakan angka penting.
Contoh :
- 0,050 memiliki 2 angka penting
- 1,350 memiliki 4 angka penting
Operasi Angka Penting
selain aturan penulisan angka penting, terdapat juga aturan-aturan dalam penulisan hasil operasi matematis. Adapaun aturan itu adalah sebagai berikut :
Penjumlahan dan Pengurangan
Dalam operasi penjumlahan dan pengurangan, hasil operasi angka penting hanya boleh mengandung satu angka taksiran atau diragukan. Angka taksiran dalam angka penting biasanya diberi tanda garis bawah.
Contoh 1
Dengan aturan angka penting hitunglah hasil operasi penjumlahan bilangan dibawah ini :
123,56 126,856
7,5 2,5
______ + _______ _
jawab :
Perkalian dan Pembagian
Dalam penulisan angka penting hasil perkalian atau pembagian jumlah angka pentingnya sama dengan jumlah angka penting paling sedikit dari bilangan-bilangan yang dioperasikan.
Contoh 1.2
Berapakah hasil perhitungan bilangan dibawahini dengan menggunakan aturan angka penting
a. 1,25 x 2,5
b. 78,55 x 12,5
Jawab :
a. 1,25 (3 AP) x 2,5 (2 AP) = 3,125 hasilnya dituliskan menjadi 3,1 (2 AP)
b. 78,55 (4AP) x 12,5 (3AP) = 981,875 hasilnya dituliskan menjadi 982 (3 AP)
- Angka Eksak
Selain angka taksiran ada juga yang disebut bilangan eksak adalah bilangan yang pasti tidak mengandung angka taksiran dan tidak memiliki satuan yang biasanya diperoleh dari hasil membilang contoh jika kita menghitung jumlah buku adalah 55 buah, maka 55 disebut angka eksak. Hasil operasi angka penting dengan angka eksak merupakan angka penting yang jumlah angka pentingnya sama dengan jumlah angka penting bilangan semula.
Contoh 1.3
Harga sebuah buku pelajaran Fisika adalah Rp. 25555,55 berapa uanga harus di bayarkan ali untuk membeli 25 buku pelajaran Fisika ?
25555,55 x 25 = 638888,75 maka penulisan hasilnya adalah 638888,8
7 AP 2 AP 7 AP




