SMA Batik1 Surakarta Menuju Sekolah Kategori Mandiri (SKM)

Ditulis oleh Zaenul Arifin, S.Pd

SMA Batik 1 Surakarta dalam rangka melaksanakan UU No. 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional dan dan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan maka sejak tahun 2006 telah menjadi salah satu Rintsan Sekolah Kategori Mandiri (SKM). Sebagaimana dijelaskan dalam PP Nomor 19 tahun 2006 tentang SNP, sekolah yang telah memenuhi Standar Nasinal Pendidikan dan dikategorikan sebagai sekolah mandiri. Untuk mencapai SNP tersebut SMA Batik 1 Surakarta, menyusun Program Rintisan Sekolah Kategori Mandiri sebagai mana acuan yang diberikan Depdiknas dan rencana terprogram dalam rangka memenuh tujuh standar nasional Pendidikan. Adapun formulasi program tersebut diantaranya :

1. Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan;

Sesuai PP 19 Tahun 2005, Standar isi itu mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi tersebut harus memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar,kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan/akademik. Untuk memenuhi Standar isi, Sekolah telah menyusun dan memiliki dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang memuat komponen yang dipersyaratkan dan telah disahkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Penyusunan KTSP dilakukan secara mandiri oleh sekolah dalam hal ini adalah MGMP Lokal Mata Pelajaran berdasarkan 7 (tujuh) prinsip pengembangan kurikulum dan acuan operasional penyusunan KTSP. Dalam jangka pendek dan panjang sekolah (Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran, Guru Pembimbing) selalu membenahi Kurikulum KTSP SMA Batik 1 Surakarta agar lebih factual tiap tahun ajaran baru.

2. Standar Proses

Pada BAB IV tentang standar proses Pasal 19 bahwa (1). Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. (2) Selain ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam proses pembelajaran pendidik memberikan keteladanan.(3) Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

SMA Batik 1 Surakarta mempunyai perencanaan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran sesusai dengan rencana, melakukan penilaian dengan berbagai cara, melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap seluruh proses pendidikan yang terjadi di sekolah untuk mendukung pencapaian standar kompetensi lulusan. Pelaksanaan pembelajaran mengacu pada tujuh prinsip pelaksanaan kurikulum. Sekolah telah menerapkan system moving class parsial. Pada tahun 2007 sekoalh telah mengkaji tentang SKS terutama mengenai beban dan bobot yang harus ditempuh oleh perserta didik dari kelas X sampai dengan XII. Dalam rangka menefektifkan dan menginovasikan pembelajaran Sekaloh telah membangun ICT Center sebagai sarana penunjang pembelajaran selain untuk system layanan online baik itu administrasi sekolah, komunikasi sekolah dengan Orang Tua Peserta didik.

3. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Sekolah memiliki tenaga guru dan tenaga kependidikan yang memenuhi kualifikasi jabatan/profesi yang diemban dan dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional. SMA Batik 1 Surakarta telah memenuhi Standar Pendidik. Pendidik SMA Batik 1 Surakarta 100 % sudah sarjana (S.1) dan 10% S-2. Dari Pihak sekolah dan Komite mengharapkan para guru untuk bisa melanjutkan studinya ke S-2, pada tahun 2008 sebanyak 6 Guru, 5 Guru diantaranya mengikuti Studi Magister di UNS.

4. Standar Sarana Prasarana; Sekolah memiliki seluruh kebutuhan sarana dan prasarana, mendayagunakan dan memanfaatkannya secara optimal didukung sistem perawatan dan pemeliharaan yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan. Untuk menunjang pelaksanaan SKM SMA Batik 1 Surakarta berusaha melengkapi sarana dan prasarana pembelajaran yang berbasis ICT diantaranya Hot Spot Area, semua laboratorium IPA sudah terpasang LCD, Komputer dan jaringan terkoneksi dengan internet (Laboratorium Fisika, Kimia, Biologi, Audio Visual, Ruang ICT Center, Komputer, Ruang Tata Usaha, Ruang Wakasek, Ruang Guru, Ruang BP, Ruang Perpustakaan) dan ruang Laboraorium Bahasa yang sedang dalam perbaikan. Sebagai sarana penunjang proses pembelajaran. Tim ICT, memberikan fasilitas pembelajaran berbasis web, di E-learning.

5. Standar Pengelolaan; Sekolah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan dan akuntabilitas. Untuk mendukung penerapan MBS sekolah memiliki/telah mengembangkan berbagai aturan untuk menjamin ketertiban sekolah dalam melaksanakan program-programnya. Dalam pengelolaan persekolahan SMA Batik 1 Surakarta berusaha menerapkan MBS dan menjalain kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta diantaranya dalam aplikasi ilmu terapan yang secara faktual tidak ada di SK dan KD tetapi tetap berorientasi pada kedua tersebut diatas. Perguruan tinggi sebagai mitra kerja baik negeri maupun swasta. Pada tahun ajaran baru SMA Batik 1 Surakarta menjajaki kerjasama dengan PT. Telkomsel. Tbk untuk mengelola mobile education, satu layanan online mengenai seluruh informasi tentang Sekolah.

6. Standar Pembiayaan

SMA Batik 1 Surakarta secara mandiri membiayai seluruh kegiatan pendidikan di sekolah dengan memanfaatkan berbagai sumber pembiayaan, yang ada. Disamping sumber dana dari internal sekolah juga berusaha mencari dana diluar APBS baik dari Pemerintah Pusat dan Daerah maupun dari donatur untuk menunjang kegiatan pembelajaran yang sifatnya tidak mengikat.

7. Standar Penilaian

Hasil belajar siswa diperoleh melalui kegiatan penilaian yang dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah. Penilaian hasil belajar aspek kognitif pada kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, dilakukan melalui ujian nasional. Penilaian hasil belajar aspek kognitif dan/atau psikomotor pada kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia, kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian, kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang tidak diujikan pada ujian nasional, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehatan dilakukan oleh satuan pendidikan melalui ujian sekolah. Penilaian hasil belajar aspek afektif pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan, kelompok mata pelajaran jasmani olahraga, dan kesehatan dilakukan melalui pengamatan oleh pendidik yang nilai akhir ditentukan melalui sidang dewan pendidik. Untuk mengetahui pencapaian belajar siswa pada ujian nasional dan ujian sekolah beserta persiapan yang dilakukan sisiwa, guru dan sekolah dalam menghadapai ujian dilakukan pemantauan.

Referensi: Pedoman SKM dan PP Nomor 19 tahun 2005

About these ads

2 comments on “SMA Batik1 Surakarta Menuju Sekolah Kategori Mandiri (SKM)

  1. Assalaamu’alaikum.
    Alhamdulillah
    Sukses SMA BATIK ! Ska
    Bangga skali sy pernah mengabdi di Sekolah ini
    Salam kompak untuk smua Management Sekolah
    dan segenap civitas akademika.
    Wassalam

    Indar R

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s